Mengenali Perubahan dan Perkembangan Isteri



Trit sebelumnya :
Suami Ideal 1: Disayangi Isteri, Bukan Ditakuti

Suami Ideal 2 : Menundukkan Ego untuk Keharmonisan Keluarga



Suami Ideal 3 :Selalu Membahagiakan Isteri

Suami Ideal 4 :Fokus Melihat Sisi Kebaikan Isteri

Mengenali Perubahan dan Perkembangan Isteri

Oleh : Cahyadi Takariawan

Pada tulisan terdahulu tentang karakter suami ideal, saya telah menyampaikan karakter yang pertama hingga karakter keempat. Pada tulisan ini saya ingin menambahkan karakter suami ideal berikutnya.

Kelima, suami ideal memiliki peta kasih yang lengkap terhadap isterinya. Peta kasih ? Ya, John M. Gottman dan Nan Silver menyebutnya demikian. Apakah kegunaan sebuah peta ? Tentu saja untuk penunjuk arah, agar tidak tersesat saat menuju tempat yang dikehendaki, sekaligus memudahkan menemukan jalan yang paling mudah serta paling pendek mencapai tujuan.

Jika kita tidak mengetahui peta suatu daerah, untuk mencari alamat kita harus bertanya kepada banyak orang. Mungkin harus tersesat dulu, salah jalan beberapa kali, lalu berhenti dan bertanya kepada orang yang kita temui. Mungkin pula mereka tidak mengetahui alamat yang hendak kita tuju. Ternyata memerlukan waktu yang lama, berbelit-belit, berputar-putar, untuk mencapai tujuan. Itu karena kita tidak memiliki peta yang lengkap dan jelas.

Saat ini, peta untuk mencari alamat sudah dipercanggih dengan alat GPS. Global Positioning System (GPS) adalah suatu alat yang membantu mengetahui posisi kita berada saat ini. Ia bekerja dengan menstransmisikan sinyal dari satelit ke perangkat GPS, sehingga untuk mencari suatu alamat menjadi sangat mudah. Peta ataupun GPS adalah kebutuhan yang sangat penting, agar kita bisa mencapai tujuan dengan efektif dan tidak salah arah.

Sebagai suami, kita memerlukan GPS atau peta yang akurat, agar bisa memasuki jiwa isteri kita. Ini yang dimaksud dengan istilah “peta kasih”, atau dalam bahasa modern berarti menjadi “GPS kasih”. Peta untuk menuntun kita masuk ke dalam bilik hati dan perasaannya. Mengenal luar dan dalamnya. Mengenal isteri ? Bukankah sudah mengenal sejak dulu, bahkan jauh sebelum pernikahan?

“Sudah, saya sudah sangat mengenal isteri saya”, kata seorang suami mengomentari nasihat saya ini. Ah yang benar, jangan-jangan itu pengenalan permukaan, sementara ada bagian “dalam” yang luput dari pengetahuan anda.

Keluarga Adalah “Organisme Hidup”

Pertanyaannya adalah, benarkah anda telah mengenal dengan baik isteri anda selama ini ? Coba perhatikan dengan seksama isteri anda sekarang. Apakah dia masih sama seperti saat duduk di pelaminan dalam resepsi pernikahan sekian tahun yang lalu ? Misalnya anda menikah sepuluh tahun yang lalu. Ya benar, orangnya masih sama, itulah orangnya, tidak berbeda. Namun pasti dengan mudah anda melihat banyak sekali perubahan dalam diri isteri anda saat ini.

Perubahan pertama yang segera tampak pada isteri anda adalah fisik. Ya, tentu saja. Bukankah sepuluh tahun yang lalu saat anda menikahi dia, usianya masih kepala dua; dan sekarang sudah kepala tiga.
Sepuluh tahun yang lalu dia masih langsing dan sekarang mulai tampak lebih “subur”. Sepuluh tahun yang lalu tubuhnya masih tampak “kencang” dan sekarang mulai mengendur. Kulitnya yang dulu halus mulus, kini mulai bergaris. Tentu saja, dulu dia masih gadis, sekarang anaknya sudah dua atau tiga.

Tapi apakah hanya fisiknya yang berubah ? Tidak. Coba cermati, ada sangat banyak perubahan dalam dirinya. Kata kuncinya adalah, keluarga merupakan “organisme hidup”. Karena organisme hidup, maka semuanya berkembang. Pikirannya berkembang, kepribadiannya berkembang, perasaan, cita-cita, keinginan, harapan, termasuk pula permasalahannya berkembang. Setiap saat, kita semua mengalami perubahan dan perkembangan.

Oleh karena semuanya berubah dan berkembang, maka tidak cukup mengenali isteri pada satu fase dari perkembangannya. Pada setiap titik perubahan dan perkembangan itu, diperlukan pengenalan baru. Anda bisa membayangkan bagaimana kalau kita pergi ke sebuah tempat, dengan membawa informasi dan peta lama ? Peta duapuluh tahun yang lalu, informasi tata ruang kota duapuluh tahun yang lalu, kita bawa untuk mencari sebuah alamat.

Tentu sudah sangat banyak yang berubah. Wajah kota sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Banyak gedung-gedung baru, banyak jalan baru, banyak pusat perbelanjaan baru, banyak perkantoran baru, dan seterusnya. Duapuluh tahun yang lalu kota ini tampak sepi dan sangat sederhana. Sekarang sudah menjadi kota yang demikian ramai dan kompleks kondisinya. Dulu banyak sawah dan pepohonan, kini banyak gedung menjulang.

Demikian pula kondisi kita dan isteri kita. Telah berubah, telah berkembang, tidak sama dengan kondisi duapuluh tahun yang lalu. Kalau kita merasa telah mengenal isteri duapuluh tahun yang lalu, maka pasti kita akan merasa sering terkejut karena menemukan banyak hal baru padanya saat ini. Coba saja lihat foto kita sendiri duapuluh tahun yang lalu, seperti apa wajah kita ? Seperti apa kondisi kita waktu itu ? Sangat berubah dengan kita yang sekarang.

Maka upaya mengenali pasangan itu adalah aktivitas sepanjang hari, sepanjang waktu. Sejalan dengan dinamika perubahan dan perkembangan yang ada pada setiap diri, baik suami maupun isteri. Maka tidak heran, sepasang kakek dan nenek yang sudah udzur pun masih bisa bertengkar. Perhatikan ungkapan kakek dan nenek itu setelah selesai bertengkar. Sang cucu bertanya, “Nek, kenapa sih sudah tua begini masih bertengkar dengan kakek?”

“Iya tuh, kakekmu itu sekarang aneh-aneh saja. Dulu dia tidak pernah bertingkah aneh-aneh seperti ini. Sekarang tingkah lakunya jadi aneh”, jawab nenek.

Coba perhatikan ungkapan keheranan sang nenek, “Dul
u dia tidak pernah bertingkah aneh-aneh seperti ini. Sekarang tingkah lakunya jadi aneh”. Ini menandakan, sang nenek berhenti mengenali kakek sekian tahun yang lalu. Dia membayangkan kakek ini tidak akan berubah lagi karena usia yang sudah tua, namun ternyata masih ada hal-hal baru yang tidak diketahui oleh nenek.

Demikian pula si kakek. Ia merasa telah mengenal nenek sejak puluhan tahun yang lalu, namun di usia yang sudah sangat senja ini, merasa masih ada banyak hal yang belum diketahui dari isterinya. Hal ini karena semua dari kita mengalami perubahan dan perkembangan, setiap saat, selama masih bernafas. Hal-hal yang dulu sangat kita senangi di masa muda, mungkin sekarang sudah tidak kita senangi lagi. Keinginan memiliki sesuatu yang dulu sangat menggebu, sekarang sudah hilang sama sekali, bahkan muncul keinginan baru.

Dulu tidak memiliki kecemasan dalam menghadapi kehidupan, sekarang mulai menyimpan berbagai rasa khawatir dan cemas. Dulu tidak pernah berpikir untuk melakukan sesuatu, ternyata sekarang baru muncul dan sangat ingin melakukan sesuatu. Begitulah seterusnya, selera kita berubah, cara pandang kita berubah, kondisi kejiwaan kita berubah.
Ada sangat banyak faktor yang menyebabkan terjadi perubahan, baik karena faktor yang alamiah maupun karena bentukan lingkungan serta keadaan.

Dengan demikian, kita tidak boleh berhenti mengenali pasangan, karena kita akan kehilangan jejak dirinya. Ini juga berlaku untuk anak-anak kita. Pada suatu masa tertentu kita merasa sangat mengenal dan sangat dekat dengan anak, namun ia terus tumbuh berkembang, sebagaimana kita. Maka kondisinya sudah cepat berubah. Tiba-tiba kita merasa sangat jauh dari anak, padahal rasanya baru kemarin kita peluk-peluk dan kita cium-cium. Sekarang ia sudah menjadi dirinya sendiri yang punya jati diri dan bisa “melawan” keinginan orang tua.

Kenali Setiap Perubahan dan Perkembangannya

Peta kasih yang terperinci tentang pasangan akan memberikan banyak sekali kemanfaatan. Di antara manfaatnya adalah menumbuhsuburkan cinta dan kasih sayang, karena adanya rasa saling percaya. Dengan mengenal secara mendalam tentang berbagai kondisi pasangan, maka yang muncul adalah suasana saling percaya, dan tidak ada dusta atau curiga di antara mereka. Tidak ada sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, karena setiap bentuk perubahan sekecil apapun telah mereka ketahui bersama.

Cara yang paling sederhana untuk mengetahui detail perubahan dan perkembangan adalah dengan selalu mengobrol setiap saat, setiap waktu. Biasakan mengobrol, di setiap ada kesempatan, tanpa perlu membatasi atau menetukan tema-tema tertentu untuk diobrolkan. Dari A sampai Z, semua bisa diobrolkan oleh suami dan isteri. Dengan cara mengobrol itulah berbagai hal bisa diketahui oleh pasangan. Suami menjadi mengerti pikiran isteri, dan isteri bisa mengerti pikiran suami.

“Kapan waktu yang tepat bagi suami isteri untuk mengobrol ?” tanya seorang klien di Jogja Family Center (JFC). “Waktu yang paling tepat adalah pagi, siang, sore dan malam hari. Kapanpun ada kesempatan, gunakan untuk mengobrol. Tidak perlu membuat jadual mengobrol secara khusus, namun jadikan mengobrol sebagai tradisi dan aktivitas yang menyenangkan”, jawab saya. Kapanpun dan dimanapun, anda bisa mengobrol mesra dengan isteri.

Dalam diri isteri kita ada hal yang tidak berubah, sehingga mudah diketahui dengan jalan hafalan. Namun sangat banyak hal yang berubah, yang oleh karena itu kita harus terus berusaha mengenalinya setiap saat, karena tidak bisa dijawab dengan metode hafalan. Contoh hal yang bersifat tetap dan tidak akan berubah adalah jawaban dari pertanyaan mudah berikut ini : “Sebutkan tempat dan tanggal lahir isteri anda”, atau “Kapan hari ulang tahun pernikahan anda ?”
Jawabannya tidak akan berubah.

Namun coba jawab pertanyaan berikut : “Sebutkan dua sahabat dekat isteri anda”, atau “Sebutkan dua makanan favorit isteri anda”. Jawaban dari dua pertanyaan ini bisa berubah dari satu waktu ke waktu berikutnya. Suatu saat seorang suami pulang ke rumah menyempatkan membeli gado-gado untuk isterinya. Namun sesampai di rumah sang isteri tidak menyentuh makanan itu sama sekali.

“Engkau tidak tahu ya, sudah lebih dari lima tahun ini aku berhenti makan gado-gado. Rasanya sudah sangat bosan memakan gado-gado, selera makanku banyak berubah akhir-akhir ini”, jawab isteri. Sang suami menyimpan memori makanan kesukaan isterinya sepuluh tahun yang lalu. Waktu terus berjalan, dikira sang isteri masih suka gado-gado, ternyata sekarang seleranya sudah banyak berubah.

Demikian pula persahabatan. Dari waktu ke waktu, mungkin saja ada sahabat-sahabat baru yang masuk dalam kehidupan isteri, dan akhirnya menjadi sahabat dekat tempatnya berbagi cerita.

“Bagaimana kabar Linda, dik ?” tanya seorang suami kepada isterinya suatu ketika. Sekedar mengawali obrolan ringan. “Linda ? Bahkan sudah lima tahun ini aku tidak berkomunikasi lagi”, jawab sang isteri. Sang suami menyimpan memori nama-nama sahabat dekat isterinya sepuluh tahun yang lalu. Dikira mereka masih bersahabat dekat, ternyata waktu terus berjalan, dan ada banyak sahabat baru dalam kehidupan isteri yang tidak diketahui suami.

Coba pula menjawab pertanyaan berikut ini : “Sebutkan dua hal yang menjadi obsesi besarnya akhir-akhir ini”, atau pertanyaan, “Sebutkan dua hal yang menjadi kegelisahannya akhir-akhir ini”. Dua pertanyaan terakhir ini bahkan tidak bisa dikira-kira atau direkayasa. Keduanya memerlukan pengenalan yang mendalam terhadap isteri.

Bahkan jika ditanyakan kepada anda, “Hadiah apakah yang apabila anda berikan kepada isteri, sesuai dengan harapan dan keinginannya saat ini ?” Belum tentu anda bisa menjawab dengan benar. Seorang suami dengan bangga membelikan bunga untuk hadiah ulang tahun pernikahan mereka. Untuk pertama kalinya seumur hidup, ia membelikan hadiah berupa bunga untuk isteri tercinta. Namun setelah diberikan, reaksi sang isteri biasa saja. Tidak tampak kegembiraan seperti yang dibayangkan suami.

Beberapa hari kemudian suami menyempatkan bertanya tentang hadiah bunga tersebut kepada isterinya. “Sepertinya engkau tidak suka?” tanya suami. “Bukan tidak suka, namun rasanya sayang jika uang sebanyak itu hanya dibelikan bunga. Dalam waktu lima hari saja bunga itu sudah layu. Bukankah lebih bermanfaat dibelikan perlengkapan rumah tangga?” Nah, loh…. Jangan dikira memberi hadiah itu mudah. Belum tentu kita mampu membelikan hadiah yang sesuai dengan keinginan dan harapan isteri kita saat ini.

Mungkin anda masih ingat cerita saya pada edisi Suami Ideal (3), tentang suami yang didiamkan isterinya selama tiga hari karena memberikan hadiah sebuah sepeda motor baru di hari ulang tahun pernikahan mereka. Kisah tersebut juga menunjukkan, memberi hadiah yang sesuai harapan serta keinginan isteri, bukan perkara mudah.
Bahkan jika sekarang anda membelikan hadiah berupa pakaian untuk isteri, belum tentu bisa sesuai keinginannya, baik model, corak, warna, motif, merek maupun harganya.

Untuk itulah tradisi mengobrol atau berdiskusi ringan harus dihidupkan dalam keluarga. Suami dan isteri harus menyempatkan diri mengobrol di setiap ada waktu dan kesempatan. Mungkin sambil memasak berdua di dapur, mungkin sambil sarapan pagi di meja makan, mungkin sambil santai di depan televisi, mungkin sambil membersihkan taman depan rumah, mungkin sambil dalam perjalanan di mobil, atau sa
mbil berbelanja di mall.

Para suami hendaklah menjadi pendengar yang baik, berikan kesempatan yang leluasa kepada isteri untuk bercerita apa saja, berkeluh kesah apa saja, menceritakan apa saja, dan semua ditampung dengan bijak oleh suami. Jangan ditinggal tidur saat isteri asyik berbicara, jangan ditinggal membalas SMS atau asyik berbalas BBM (blackberry messenger) dengan teman saat isteri tengah bercerita, jangan asyik membaca koran saat isteri sedang menyampaikan perasaan hatinya. Dengarkan dan responlah dengan penuh perhatian.

Perubahan Jiwa Ada Prosesnya, Tidak Tiba-tiba

Jika tidak membiasakan mengobrol setiap hari, akan banyak perubahan pada suami dan isteri yang tidak diketahui pasangan. Masing-masing menyembunyikan sesuatu dalam dirinya. Pada kondisi yang ekstrim, bisa muncul bentuk perubahan yang mengejutkan, seperti yang dikeluhkan seorang suami. “Tidak saya sangka, ternyata isteri saya terlibat jalinan asmara dengan teman sekantornya. Selama ini kami baik-baik saja, ternyata dia mengkhianati saya”, ungkapnya kecewa.
“Kapan bapak mengetahui adanya hubungan asmara tersebut ?” tanya konsultan.

“Baru saja saya memergokinya saat mereka berduaan di sebuah restoran taman. Ternyata hubungan mereka sudah berjalan lebih dari setahun”, jawabnya.

Perubahan jiwa sang isteri tidak diketahui oleh suami. Setahun menjalin hubungan asmara dengan laki-laki lain, harusnya mudah dibaca pada perubahan tingkah laku dan penampilan isterinya sehari-hari. Ia mengetahui perselingkuhan isteri dalam rentang waktu yang sudah sangat terlambat. Padahal jika saja mereka saling mengenal secara mendalam, setiap bentuk perubahan akan kelihatan.

Bukankah tanda-tanda orang kasmaran itu sangat mudah kelihatan dan tidak bisa disembunyikan ? Harusnya sang suami sudah mengetahuinya karena setiap hari bertemu isteri di rumah. Anehnya, dia tidak mengetahui ada hal yang tengah berubah dan berkembang dalam jiwa isteri. Tiba-tiba memergoki sang isteri tengah mesra berduaan makan siang di sebuah restoran taman. Padahal, sesungguhnya tidak ada perselingkuhan yang “tiba-tiba”, atau “ujug-ujug” dalam bahasa Jawa. Sampai muncul perselingkuhan, pasti memerlukan proses dan waktu yang tidak sebentar.

Jika saja kita mengenal perubahan dan perkembangan isteri sehari-hari, tidak akan ada sesuatu yang tiba-tiba. Banyak tanda-tanda orang yang tengah jatuh cinta, dan itu terjadi secara alami, serta mudah dikenali. Hanya suami dan isteri yang bebal dan tidak punya perhatian terhadap pasangan, yang tidak mampu menangkap adanya perubahan jiwa pasangannya. Perubahan jiwa selalu ada prosesnya, tidak tiba-tiba.

Mengobrol setiap ada waktu dan kesempatan, membuat suami menjadi sangat mengetahui kondisi isteri, termasuk berbagai perubahan dan perkembangan yang terjadi. Jika ada perubahan yang tidak positif, sebagai suami harus mengingatkan dan meluruskan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Dengan demikian tidak perlu terjadi perselingkuhan, tidak perlu terjadi penyelewengan dan pengkhianatan.

Maka lengkapilah peta kasih anda, agar benar-benar mengenali kondisi isteri anda dengan mendetail. Peta inilah yang akan menyelamatkan anda dalam perjalanan untuk menuju hati dan perasaan isteri. Tidak akan kaget atau bingung dengan kondisi yang ada pada isteri saat ini, karena setiap hari anda selalu berusaha mengenali hal-hal yang berubah dan berkembang dalam diri isteri.

Menatap bulan yang tampak bersih. Cukup sekian dan terimakasih.

nDalem Mertosanan, Yogyakarta, 2 Oktober 2011

http://wonderful-family.web.id/?p=695

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s