IBU, MAAFKAN ANAKMU


Kuambil air wudlu yang terasa amat dingin, kuusapkan ke tangan dan wajahku. Uuuuf dingin, tapi tak apa. Aku sudah berazzam untuk menunaikan sholat malam. Ingin kulantunkan do’a-do’a untuk istriku tercinta. Kasihan istriku, sudah sejak maghrib sampai menjelang adzan shubuh menahan sakit. Erangan disusul suara dzikir terucap di lisan istriku. Kata dokter sebentar lagi anak pertama kami akan lahir.

Menjelang matahari sepenggalah, istriku dibawa ke ruangan persalinan. Aku meminta izin untuk mendampingi istriku sewaktu persalinan. Proses persalinan yang menegangkan, dilewati istriku. Dari proses ketuban yang pecah duluan, sampai airnya muncrat ke wajah dokter, dilanjutkan proses normal biasa, forsep, sampai vacuum. Sungguh kulihat perjuangan yang sangat berat dilalui istriku.

Di waktu dhuha, pecah suara hening dengan tangisan seorang bayi. Diikuti ucapan syukur, kulihat bayi cantik dan sehat digendong seorang perawat. Tak terasa air mata bahagia dan haru mengalir di pipiku. Segera setelah kucium kening istriku, kutinggalkan dia menuju musholla rumah sakit. Kupanjatkan syukur yang tak terkira.

Sudah hampir enam tahun peristiwa itu kulewati, tetapi entah kenapa sekarang memori itu terulang kembali. Aku teringat perjuangan ibuku sewaktu melahirkan diriku. Pernah suatu hari aku bertanya, bagaimana rasanya melahirkan diriku. Beliau menjawab dengan senyuman dibibirnya, bahwa dia hampir kehabisan tenaga sewaktu melahirkan diriku. Hari ini aku teringat bagaimana dulu aku memperlakukan ibuku. Bagaimana sikap diriku sebagai anak terhadap ibu. Begitu banyak kata-kata yang kuucapkan seringkali melukai hati ibuku. Seringkali nasihat ibuku aku balas dengan kata-kata yang sangat mungkin menyakitkan. Pada suatu saat ibu berkata, bahwa dia selalu menyempatkan dalam do’anya di waktu taqorrub di tengah malam untuk diriku. Bila kuingat perkataan itu tak terasa mataku berkaca-kaca. Sungguh kasih dan doa ibu, selalu menyertai langkah-langkah kita. Ridho orang tua adalah ridhonya Allah.(Bang Navre)

One thought on “IBU, MAAFKAN ANAKMU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s