Hidup Kita Bermasalah


Bukannya hidup kalau tidak bermasalah. Bukannya dikatakan menang tanpa adanya perjuangan. Bukannya dikatakan sukses kalau tidak adanya ujian , cobaan dan sebagainya. Alhasil, hidup ini penuh dengan intrik, permasalahan, problema, krisis. Coba anda bayangkan bila tidak ada semua itu maka hidup akan terasa sepi. Ditemukan obat karena ada penyakit, ditemukan listrik karena adanya problem kegelapan, ditemukan sepeda karena ada problem tranportasi dan kian berkembang masalah dan itupun akan semakin menambah hasil-hasil pemikiran yang baru juga.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” QS. Al Baqoroh : 155

Bla kita memikirkan kenikmatan yang ada pada kita dari ujung rambut sampai kaki dengan mengandaikan kemungkinan yang teramat pahit :

1. Seandainya rambut kita yang indah ini rontok dan menjadi botak (terutama wanita), bagaimana perasaan kita tidak akan sedih;
2. Seandainya mata yang dapat menikmati keindahaan dunia ini menjadi buta maka yang terlihat hanya gelap, tentu perasaan kita akan menjadi sedih pilu ;
3. Seandainya hidung kita tiba-tiba tidak bisa untuk membau sesuatu atau terjadi disfungsi, tentu kita akan sedih ;
4. Seandainya mulut kita tercekat tidak dapat berbicara sepatah katapun, bagaimana kita akan mengungkapkan keinginan kita kepada orang lain ;
5. Seandainya kaki kita yang denganya biasanya kita berjalan tidak lagi bisa dijadikan tumpuan sehingga kita harus menggantungkan pertolongan orang lain
6. dsb

Bila kita rasakan itu semua tentunya kita akan merasakan betapa mahalnya kesehatan dan betapa besar nikmat yang diberikan Allah kepada kita, tak ada kata untuk mengungkapkan semua itu selain SUBHANALLAH WAL HAMDULILLAH WA LAA ILLAHA ILLA ALLAH, ALLAHU AKBAR.

Ingatlah , semua yang diberikan kepada kita seyogyanya kita sikapi dengan arif, jangan kita lupa terhadap Zat yang telah memberikan semua itu, janganlah anak-anak kita, istri dan perniagaan itu membuat kita lupa untuk syukur pada-Nya. Semua itu adalah ujian bagi orang yang beriman.

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah -lah pahala yang besar”. QS. Attaghobun : 15

Jadikan masalah itu sebagai pendewasaan kita, peningkatan derajat kita. Karena sudah sunnatullah bahwa seorang muslim pasti diuji. Seharusnya kita mempertanyakan kedudukan kita apabila hidup kita lempeng lempeng saja, tanpa ujian sama sekali, dan lalu kita tidak siap apabila diuji suatu saat. Atau bahkan kita tidak menyadari bahwa kita sedang diuji dengan anak kita yang sehat-sehat, dengan kekayaan kita ataupun kenikmatan yang melimpah.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al Ankabut 2)

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Maidah 16)

Semoga kita lulus dari masalah menuju hambaNya yang muttaqin.

2 thoughts on “Hidup Kita Bermasalah

  1. mujitrisno said: 1. Seandainya rambut kita yang indah ini rontok dan menjadi botak (terutama wanita), bagaimana perasaan kita tidak akan sedih;2. Seandainya mata yang dapat menikmati keindahaan dunia ini menjadi buta maka yang terlihat hanya gelap, tentu perasaan kita akan menjadi sedih pilu ;3. Seandainya hidung kita tiba-tiba tidak bisa untuk membau sesuatu atau terjadi disfungsi, tentu kita akan sedih ;4. Seandainya mulut kita tercekat tidak dapat berbicara sepatah katapun, bagaimana kita akan mengungkapkan keinginan kita kepada orang lain ;5. Seandainya kaki kita yang denganya biasanya kita berjalan tidak lagi bisa dijadikan tumpuan sehingga kita harus menggantungkan pertolongan orang lain

    saya akhir akhir ini sering berfikir tentang ini, manfaatnya, kita jadi selalu introspeksi diri, jadi mikir kalo perbuatan kita bisa menyakiti orang, atau sikap kita sombong, karena kita sama sekali tak layak sombong, tak layak berbuat onar..toh Allahlah yang Maha Kuasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s