ANAK SERING DIBENTAK, BESAR BERPOTENSI TUMBUH GALAK


DSC00286

Buah tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya, kecuali pohonnya didekat sungai dan buahnya jatuh ke dalam aliran sungai tersebut Pepatah tersebut memang pas jika diibaratkan pada sifat anak dimana tingkah lakunya sedikit banyak mengikuti orang tuanya. Begitu pula yang terjadi pada orang tua yang galak, bisa jadi masa kecilnya juga diperlakukan demikian oleh orang tuanya. Oleh sebab itu salah satu tujuan tulisan ini adalah untuk memutus rantai kepribadian galak (emosional) pada anak dan calon orang tua.

Saya sering melihat beberapa orang tua ketika kesulitan menyuruh anaknya mandi atau makan, saking jengkelnya lalu mereka teriak-teriak memarahi anak, mengeluarkan kata kasar, bahkan ada yang mengancam memukul menggunakan sapu atau ranting pohon, dll. Hal semacam itu tanpa disadari walaupun mungkin tujuannya baik tapi sebenarnya mereka sedang membentuk pola kepribadian anak mereka dengan cara yang kurang tepat.

Kata-kata kasar yang diucapkan orang tua ketika memarahi anak ternyata memberikan dampak sangat buruk bagi tumbuh kembang mereka, khususnya perkembangan mental dan kepribadian anak. Seperti kita tahu memori anak masih segar dan berfungsi sangat baik sehingga mereka bisa merekam apa yang dilakukan dan diucapkan orang tua mereka dengan sangat baik hingga dewasa nanti.

Tidak membentak dan tidak berkata kasar pada anak bukan berarti kita biarkan mereka hidup enak-anakan dan bermanja-manjaan saja. Begitu pula sebaliknya mengajarkan mereka hidup disiplin dan mandiri juga bukan berarti kita berhak untuk bebas membentak apa lagi berbuat kasar pada anak-anak kita. Gunakanlah cara lebih bijak dan santun dalam mendidik anak supaya mereka tidak meniru apa yang kita lakukan pada mereka saat mereka dewasa nanti.

Anak-anak yang tumbuh dewasa dalam keluarga yang tidak dapat memberikan rasa aman dan nyaman. serta tidak memberian cukup perhatian dan kasih sayang lebih jauh dapat tumbuh menjadi pribadi yang emosional dan mudah tersinggung, senang berkelahi, suka berbohong, merokok, narkoba hingga mencuri. hal-hal semacam ini tidak sepenuhnya kesalahan dari anak tapi juga ada peran orang tua yang salah dalam membentuk kepribadian mereka senjak dini.

Anak adalah pembelajar alami, mereka lahir dan tumbuh dibekali kecerdasan yang luar biasa untuk mempelajari dunia dan isinya. Sementara orang tua mereka adalah guru alamiah yang wajib mengajarkan anak-anak mereka dengan hal-hal yang baik seputar kehidupan dengan memberikan contoh nyata berupa perbuatan dan ucapan yang baik, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi anak-anak hebat dimasa yang akan datang.

Cinta dan kasih sayang adalah jalan untuk mendapatkan berbagai kemudahan didalam berbagai urusani kehidupan. Termasuk kaitannya dalam berumah tangga dan mendidik anak. Bukan kekerasan! yang akan membuat anak anda tumbuh dan berkembang menjadi anak yang hebat. Tapi dengan memberikan lingkungan keluarga yang baik, nyaman dan aman bagi anak-anak berarti anda telah berhasil menjadi orang tua yang baik dan tahu cara terbaik untuk mendidik anak anda.

Penulis: dr. Wahyu Triasmara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s