Membaca dan Merenung


Beberapa hari ini mengalami kemacetan dalam menulis. Entah, dikarenakan kesibukan diburu pekerjaan yang terus menumpuk, atau kemandegan dalam berkreatifitas. Setiap manusia mempunyai masa semangat dan masa lemah. Beruntunglah yang di masa malas masih dalam melaksanakan sunah.

Sementara blogwalking, memperbanyak membaca dan merenung. Membaca artikel-artikel yang bisa jadikan renungan bermuhasabah. Sangat beruntung bergabung dalam grup-grup multiply yang penuh nuansa perbaikan diri seperti IUA dan Greeners. Setidaknya disana berkumpul pribadi-pribadi yang mau berbagi nasehat, saling bertanasukh dan itulah kewajiban sesama muslim.

Seorang pemikir barat yang biasa merenungkan kebodohan, keteledoran, dan kesalahannya lalu ditulis dan disimpan di laci kantornya. Memang dia tidak mengetahui ternyata para ulama terdahulu terbiasa merenungkan kesalahan. Rabi’ bin Khutsaim selalu menulis apa yang dia ucapkan dari hari Jum’at yang satu hingga hari Jum’at berikutnya. Jika apa saja yang dia ucapkan selama seminggu tu baik maka dia akan memuji Allah, dan jika jelek maka dia akan beristighfar.

Indahnya bila bisa mengetahui dan mengkoreksi diri. Tetapi apabila diri ini terlalu bebal dan tidak bisa melihat aib diri sendiri, mari ucapkan “Tolong nasehati saya”. (Bang Navre)

3 thoughts on “Membaca dan Merenung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s