Bangga Diri


Orang islam harus mewaspadai sifat bangga (ujub) karena sesungguhnya rasa ujub ini sangat halus, sehalus rambut diambil dari tepung dan dengan sifat ini penghalang terbesar amal dan kecelakan di dunia dan akhirat.
Betapa banyak nikmat menjadi siksa karena ujub. Betapa banyak orang mulia menjadi terhina karena ujub. Betapa banyak orang kuat menjadi lemah karena ujub.

Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mu’min) seraya berkata: “Bukankan kami dahulu bersama-sama dengan kamu” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah ; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu. (Al Hadid:14)

Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai orang-orang mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu ketika kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dan bercerai-berai. (At Taubah 25)

Rasulullah SAW bersabda : Tiga hal yang membinasakan; kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti; kekaguman pada diri sendiri (ujub) (HR Ath Thabrani dhoif)

Dalam hadist lain Rasulullah SAW bersabda : Jika engkau melihat kikir ditaati, hawa nafsu diikuti, dan kekaguman pemilik pendapat kepada pendapat, maka jagalah dirimu (HR Abu Daud dan di hasankan At Tirmidzi)

Dalam hadist Bukhori, Rasulullah SAW bersabda :
Orang cerdas ialah orang yang menundukkan hawa nafsunya, dan beramal untuk hari setelah kematiannya. Dan orang bodoh ialah orang yang mengikuti hawa nafsunya, mengharapkan mimpi-mimpi kosong kepada Allah

Contoh-contoh Ujub :
1. Iblis bangga dengan asal usulnya.
2. Kaum ‘Ad bangga dengan kekuatan mereka.
3. Nabi Sulaiman lengah berkata : pada malam ini aku pasti menggilir keseratus istriku agar mereka semua mereka melahirkan anak laki-laki yang kelak berjihad di jalan Allah (lupa berkata insya allah)
4. Sahabat bangga dengan jumlah pada perang hunain

Bentuk Ujub
1. Ujub pada ilmu (dengan ilmunya dia meremehkan yang lebih sedikit ilmunya)
2. Ujub pada harta (menghamburkan uang dan merasa sombong terhadap orang lain)
3. Ujub pada kekuatan
4. Ujub pada kehormatan
5. Ujub pada ibadah

Obat Ujub
Ingat pada Allah bahwa semua dari Allah dan kembali pada Allah

Salah seorang dari kalian tidak akan selamat dengan amal perbuatannya. ” Para sahabat bertanya: termasuk engkau sendiri ya Rosulullah?” Rasulullah SAW bersabda : Ya termasuk aku hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku (HR Bukhori)

Allohumma inni a’udzubika minal jubni wal bukhli
Ya Allah lindungilah diri ini dari sifat ujub dan bakhil, jangan-jangan posting di sana-sini bisa timbul ujub. (Bang Navre)

=========================================================
Diambil dari kitab Minhajul Qosidin

Advertisements

11 thoughts on “Bangga Diri

  1. Iya akh …segala yg kita dapat, pada dasarnya dari Alloh swt … entah itu harta, posisi, jabatan, gelar pendidikan, kesempatan sekolah, popularitas …Dalam sebuah misi kecil Muslim Infocom Foundation ke daerah Muara Angke, ane belajar banyak akh … bahwa betapa besar problem yg dihadapi, dan tidak ada yg bisa dibanggakan dari kita … bahkan hanya kalau Alloh swt menolong kita bisa menyelesaikan berbagai problem yg ada ….. So, never think bahwa proaktivitas kita menjadi DAI melalui milis, blog, facebook dlladalah karena ujub,sebaliknya upayakan karena kita membutuhkan banyak orang terlibat berbuat kebaikan …

  2. Jazakallahu khair.. Memang sering tdk disadari, misal muslimah b’jilbab besar sinis pada muslimah b’jilbab kecil, muslimah b’jilbab sinis pada muslimah yg belum b’jilbab, dsb. Bila ada rasa lebih baik dr org lain, kita harus waspada. Khwtr mnjadi jalan syaithan. Semoga menjadi muhasabah bagi kita.

  3. herabj79 said: Pernah baca ktnya orang yg ujub merasa heran tatkala doanya tidak dikabulkan oleh Allah Naudzubillah Ya Allah jauhkan kami dari sifat2 uzub dan takabur Amin

    ooh begitu ya…trima kasih

  4. reoggal said: yup benar kadang yang berpangkat memandang rendah yang tak punya pangkat.dah jadi fitrah manusia ya mawas diri aja makacih mas cheers assalamualaikum

    wa’alaikum salam…maaf lama nggak nengok nih laman..maklum mudik..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s